Warga Gelar Upacara Kemerdekaan di Sungai

Memo Timur - Ada banyak cara unik yang dilakukan masyarakat Lumajang dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke-71. Salah satunya, dengan menggelar upacara kemerdekaan di bantaran sungai. 

http://ift.tt/2biWtHN


Lebih dari 100 warga RW 2, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang berkumpul di sungai Kaliasem pada pagi hari untuk mengikuti upacara, Selasa (17/8). Tak hanya orang dewasa, anak-anaka juga terlihat.

Meski kondisi berlumpur, mereka tetap rela dan antusias mengikuti upacara yang dipimpin oleh Ketua RW, yang akrab disapa Gus Mamak. Upacara tersebut berlangsung sederhana dan khidmat. Tersandung Izin, Videotron Dipadamkan

“Ada pengibaran bendera, pembacaan teks proklamasi, dan menyanyikan Indonesia raya,” terangnya.

Usai upacara selesai, Mamak mengatakan, upacara di sungai mulai digelar pada perayaan kemerdekaan tahun kemarin. Ide dan gagasan ini berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi sungai di Lumajang. Harga Lelang Gula Pasir Tinggi, Harga Pasaran Sulit Ditekan

Menurutnya, sungai di Lumajang kini sudah menjadi tempat sampah sehingga terlihat sebagai tempat yang menjijikkan. Dengan diadakannya upcara ini, diharapkan kesadaran masyarakat mulai muncul, dan menganggap sungai sebagai tempat yang bisa dimanfaatkan.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi jijik melihat sungai,” katanya.

Ia menegaskan, sungai merupakan salah satu sumber kehidupan, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal. Seperti pada waktu dulu, sungai sebagai sarana trasportasi, kini jika sungai dirawat dengan bagus, bisa dimanfaatkan untuk sarana olahraga dan rekreasi yang murah. “Bisa untuk wisata pemancingan, dan menjadi wahana wisata lokal,” ungkapnya. Informasi Kewaspadaan Dini di Masyarakat Perlu Ditingkatkan

Selain menggelar upacara, di tempat yang sama juga akan digelar berbagai lomba Agustusan. Diantaranya panjat pinang yang diganti dengan pohon pisang, serta sejumlah lomba pada umumnya. “Ada lomba juga, yang paling unik adalah panjat pinang yang kita ganti dengan pohon pisang,” pungkasnya. (fit)

Subscribe to receive free email updates: