| FOTO: BONEPOS/NUR ALAM ABRA. |
Berdasarkan pantauan Bonepos.com, prosesi acara ritual maddoja bine, warga nampak menghidangkan berbagai jenis makanan, mulai dari songkolo tujuh warna, nasu manu palekku (ayam opor), gula merah dan aneka kue serta bibit padi yang akan ditanam.
Setelah dihidangkan, sesepuh kemudian membacakan naskah Meong Palo Karellae yang artinya kucing loreng ke merah-merahan, selanjutnya dilakukan ritual mappadendang, sebelum akhirnya makanan yang disajikan disantap oleh warga bersama tamu yang hadir.
Kepala Desa Timusu, Firdaus mengatakan, ritual atau upacara Maddoja Bine ini merupakan tradisi turun temurun yang digelar satu kali satu tahun, dimana ritual ini dilakukan sebelum turun untuk menabur benih padi di sawah.
"Ritual ini dilakukan warga satu kali satu tahun, saya sangat apresasi masyarakat Desa Timusu telah melaksanakan kegiatan ini, bahkan kedepan nantinya akan saya selaku Pemerintah Desa membuatkan Perdes sehingga menjadi agenda rutin tiap tahunnya," ungkapnya.
PEWARTA : NUR ALAM ABRA
EDITOR : RISWAN
COPYRIGHT © BONEPOS 2016