Perlambatan DPK ini sebagaimana dilansir antarabanten.com, akibat melambatnya tabungan dan giro. Tabungan hanya tumbuh 15,12 persen, lebih rendak dibandingkan triwulan lalu yang tumbuh hingga 20,78 persen dengan nilai capaian Rp 48,53 triliun. Sementara simpanan jenis giro dengan nilai Rp 34, 76 triliun tumbuh sebesar 11,71 persen, melambat dari sebelumnya yang tumbuh 17,57 persen.
Sementara itu, Bank Banten sendiri baru resmi beroperasi beberapa waktu lalu sehingga belum mampu mendorong secara signifikan terhadap pertumbuhan kinerja perbankan di Banten. Seperti diketahui, hampir seluruh bank ada di Banten, mulai dari BCA, Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), BNI, Bank Muamalat, Bank Jabar Banten (BJB) dan terbaru adalah Bank Banten.
Penulis | Karnoto | Chief in Editor | http://ift.tt/2h5PAgu